Aku seorang istri, punya anak satu, laki-laki, putih dan tampan. Aku bahagia karna ALLAH SWT mengabulkan do'a ku dapat anak pertama laki-laki.
Tapi.....hidupku tragis. Prkmbangan anakku bermasalah, tapi masih ada harapan. Smua pekerjaan dan impian2ku kutinggalkan demi ksembuhan anakku, INSYA ALLAH.....klo kita berusaha smbil berdo'a pasti ALLAH akan mengabulkan. Waktu trus brlalu, dan prkmbangan anakku smakin meningkat (Alhamdulillaaah...), hatiku snang dan bahagia, ALLAH msh brsamaku :)
Tapi....yang membuat hatiku sllu mnangis adalah sifat suamiku. Dia gk prnh mnerima keadaan anaknya, dia tetap beranggapan klo anaknya sht2 saja, alhasil hanya aku yang brusaha sndri untuk ksembuhan anakku. Yang lbh menyakitkan, suamiku pelit, tidak jujur, tidak terbuka, sombong thdp tetangga dan tidak menghargai ibuku yg notabene adalah mertuanya sndri. Bisa dibayangkan, sdh 6 th lbh kami mnikah dan slama itu pula dia tidak mau tau dg tetangga skitar. Sbagai istri aku malu dg ketua RT dan tetangga skitar.
Di awal2 prkawinan aku sdh mulai mrasakan klo suamiku pelit, tidak jujur dan tidak trbuka. Bayangkan, smpi skrg aku gk boleh tau brp gajinya yg sbenarnya, tabungan dan ATM-nya gk prnh dan gk boleh kusentuh sdkt pun. Mulanya aku trkejut stengah mati, tapi hal itu kubiarkan dg harapan suamiku berubah smbil ku nasehati. Tapi lama kelamaan suamiku smakin mnjadi2.
Brtahun2 kulalui...., 6 th sdh bathinku trsiksa hdp brumah tangga dgnya. Rsnya aku sdh tdk sanggup lagi utk mneruskan smua ini, tapi aku hrs tetap brtahan dmi anakku. Mgkn klo org lain sdh lama mncampakkn laki2 spt itu, tp aku tetap brsabar dmi anakku.
Tiap hr air mataku mnetes mngingat nasibku, suamiku hny mau membri uang blanja rmh tgga cuma 1 jt, smuanya disitu, mulai dr uang skolah anak 200rb,dll. Kpalaku rasa mau pcah membagi uang sgitu, sdgkn aku blm bisa bekerja krn hrs fokus dg anakku. Hmpir stress aku dibuatnya.
Aku hny seorg manusia yg pny ktahanan hati, akhirnya smua kucritakn kpd ibuku dg deraian air mata. Sdh psti tdk ada satu pun ibu yg mau anaknya ditrlantarkan dan diprlakukan spt itu. Tapi....apa mau dikata....ibuku tdk bisa ikut cmpur trllu jauh.
Di akhir kata, ibuku hny berucap : carilah suami yg lain, yang baik dunia akhirat.......
Ibuku mengizinknku utk brpisah, tp.....smpi saat ini aku msh tetap brtahan......ya ALLAH.....kuatkan aku.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar