Minggu, 01 September 2013
" mendung "
Entah sampai kapan semua ini akan berakhir, terlalu lama rasanya aku harus melewati semua ujian ini, ya Allah......rasanya aku sudah tak sanggup lagi......untuk menyelesaikan ujianMu ini. Bertahun-tahun ku hadapi,bahkan sudah 7 tahun ku jalani semua. Kenapa hidupku belum berangsur ya Allah......, kalau boleh di bilang : ini semua kuanggap sebagai kesuksesanku yang tertunda, tapi......sampai kapan .......semua ini akan berakhir ya Allah......rasanya aku sudah dilingkupi rasa jenuh, ya Allah......kuatkan aku untuk melewati semua ini, aamiiiiiii.............n.
Rabu, 17 Juli 2013
Tengah Malam.......
Tiap malam setelah anakku tidur, aku selalu susah untuk memejamkan mataku lagi. Hhhhhh......yang ada dalam pikiranku : bagaimana nasibku dan anakku.
Setiap hari, setiap saat aku berusaha dan berdo'a untuk kesembuhan anakku, anak semata wayangku. Aku berharap semakin hari semakin banyak bertambah kemampuan anakku, YA ALLAH.....kabulkanlah usaha dan do'a ku, secepatnya........agar aku bisa menata hidupku kembali.
Kuatkan aku YA ALLAH......agar aku bisa tabah melewati semua ujianMU, aamiiiiin.............
Kamis, 14 Maret 2013
Mendung dan Galau.......
Seperti biasa......hatiku selalu menangis, tapi hanya dalam hati air mataku keluar. Mungkin udah gak sanggup lagi air mataku mengalir dari mataku. Terlalu banyak masalah yang ada di benakku, rasa mau pecah kepalaku......
7 tahun sudah aku menikah, tak satupun barang2 rumah tangga yang ku punya, kecuali kulkas dan mesin cuci, hanya itu. Tv, kursi tamu, meja makan, lemari sambal, lemari untuk penyimpanan barang2, sampai rumah pun aku gak punya. Sampai sekarang aku tinggal numpang di rumah orang tuaku.
Sebagai seorang wanita yang sudah berkeluarga, pasti menginginkan punya barang2 penting seperti itu tanda kita sudah berkeluarga. Tapi apa................suamiku tidak sedikitpun mau melebihkan uang kebutuhan sebulan dari 1 juta, kalaupun berlebih gak pernah sampai 1,5 juta. Padahal biaya hidup kami bertiga (tambah anak 1 yang sudah skolah) 2,5 juta.
Sementara gajiku dari mengajar di bimbingan belajar cuma 700 ribu, itupun kalau jadwalku penuh, kalau nggak ya kurang dari sgitu ku dapat. Susah payah aku menyimpan di tabungan sedikit demi sedikit tapi terambil juga untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.
7 tahun kutahankan gejolak hatiku menanggung prangai suamiku, sampai badanku kurus kering, pipiku tirus (begitu kata orang2 yang memperhatikanku). Gak ada kenyamanan hatiku hidup bersama suamiku, tersiksa, sangat tersiksa. Sikap suamiku terhadap ibuku pun gak ada sopan2nya,gak ada santun, gak ada etika, apalagi rasa sayang terhadap orangtua. Muak....jenuh.....benci......itu yang kurasakan dalam hidupku sampai saat ini karena aku belum bisa keluar dari ikatan perkawinanku ini. Hhhhhhh.........ntah sampai kapan harus kutanggungkan semua ini. Ya ALLAH.......akhirilah semua ujianMu ini,rasanya aku tak sanggup lagi, dekatkan aku dengan kebahagiaan ya ALLAH......agar aku bisa membahagiakn ibu dan anakku, tapi.......Engkau maha tau semua tentang masa depanku dan anakku, Engkau tempatku curhat seterbuka-terbukanya ya ALLAH.................
7 tahun sudah aku menikah, tak satupun barang2 rumah tangga yang ku punya, kecuali kulkas dan mesin cuci, hanya itu. Tv, kursi tamu, meja makan, lemari sambal, lemari untuk penyimpanan barang2, sampai rumah pun aku gak punya. Sampai sekarang aku tinggal numpang di rumah orang tuaku.
Sebagai seorang wanita yang sudah berkeluarga, pasti menginginkan punya barang2 penting seperti itu tanda kita sudah berkeluarga. Tapi apa................suamiku tidak sedikitpun mau melebihkan uang kebutuhan sebulan dari 1 juta, kalaupun berlebih gak pernah sampai 1,5 juta. Padahal biaya hidup kami bertiga (tambah anak 1 yang sudah skolah) 2,5 juta.
Sementara gajiku dari mengajar di bimbingan belajar cuma 700 ribu, itupun kalau jadwalku penuh, kalau nggak ya kurang dari sgitu ku dapat. Susah payah aku menyimpan di tabungan sedikit demi sedikit tapi terambil juga untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.
7 tahun kutahankan gejolak hatiku menanggung prangai suamiku, sampai badanku kurus kering, pipiku tirus (begitu kata orang2 yang memperhatikanku). Gak ada kenyamanan hatiku hidup bersama suamiku, tersiksa, sangat tersiksa. Sikap suamiku terhadap ibuku pun gak ada sopan2nya,gak ada santun, gak ada etika, apalagi rasa sayang terhadap orangtua. Muak....jenuh.....benci......itu yang kurasakan dalam hidupku sampai saat ini karena aku belum bisa keluar dari ikatan perkawinanku ini. Hhhhhhh.........ntah sampai kapan harus kutanggungkan semua ini. Ya ALLAH.......akhirilah semua ujianMu ini,rasanya aku tak sanggup lagi, dekatkan aku dengan kebahagiaan ya ALLAH......agar aku bisa membahagiakn ibu dan anakku, tapi.......Engkau maha tau semua tentang masa depanku dan anakku, Engkau tempatku curhat seterbuka-terbukanya ya ALLAH.................
Langganan:
Postingan (Atom)